
Hidup sederhana berhubungan dengan sikap hati seseorang terhadap harta benda atau kekayaan yang dia miliki. Orang yang memilih untuk hidup sederhana tidak membiarkan hatinya dikuasi berbagai macam kemewahan yang lebih cenderung memuaskan keinginan mata dan keangkuhan hidup. Oran yang hidup sederhana dapat mengatur harta miliknya agar bias membawa dampak positif bagi Kerajaan Allah.
Dewasa ini budaya hidup materialistis dan konsumeristis merupakan tantangan yang cukup berat bagi orang-orang percaya termasuk juga hamba-hamba Tuhan. Budaya hidup yang sangat bertolak belakang dengan pola hidup sederhana ini telah mendorong kita untuk menilai seseorang berdasarkan barang-barang yang ia miliki: rumahnya, mobilnya, merk baju, tas, jam, sepatu atau hanphone-nya. Sebenarnya tidak ada larangan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan melalui semuanya ini, namun jangan sampai gaya hidup dunia ini membuat kita kehilangan tujuan hidup kita yang sesungguhnya di dalam dunia ini.
Palungan menjadi perenungan bagi setiap orang percaya yang hidupnya dikendalikan oleh dorongan nafsu yang kuat untuk hidup di dalam kemewahan dan menilai harga diri seseorang berdasarkan kekayaan yang ia miliki. Ingatlah bahwa dengan diletakkanNya Yesus di dalam palungan tidak pernah mengubah statusNya sebagai Anak Allah yang Maha Tinggi. ALLAH telah mengajarkan kepada kita sebuah pola hidup sederhana yang akan memberikan keleluasaan kepada kita untuk hidup di dalam kehendakNya. Dengan hidup sederhana kita belajar memikirkan kepentingan Kerajaan Allah daripada kepentingan diri kita sendiri. Pola hidup sederhana merupakan perwujudan dari sifat penguasaan diri yang kuat di mana kita menang atas ketamakan dan kepentingan diri sendiri.
Kata-kata Bijak: Kemewahan membuat manusia lupa Tuhannya, Kesederhanaan membuatnya lupa pada kesenangan dunia.
(Manna Sorgawi, Desember 2008)
Dewasa ini budaya hidup materialistis dan konsumeristis merupakan tantangan yang cukup berat bagi orang-orang percaya termasuk juga hamba-hamba Tuhan. Budaya hidup yang sangat bertolak belakang dengan pola hidup sederhana ini telah mendorong kita untuk menilai seseorang berdasarkan barang-barang yang ia miliki: rumahnya, mobilnya, merk baju, tas, jam, sepatu atau hanphone-nya. Sebenarnya tidak ada larangan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan melalui semuanya ini, namun jangan sampai gaya hidup dunia ini membuat kita kehilangan tujuan hidup kita yang sesungguhnya di dalam dunia ini.
Palungan menjadi perenungan bagi setiap orang percaya yang hidupnya dikendalikan oleh dorongan nafsu yang kuat untuk hidup di dalam kemewahan dan menilai harga diri seseorang berdasarkan kekayaan yang ia miliki. Ingatlah bahwa dengan diletakkanNya Yesus di dalam palungan tidak pernah mengubah statusNya sebagai Anak Allah yang Maha Tinggi. ALLAH telah mengajarkan kepada kita sebuah pola hidup sederhana yang akan memberikan keleluasaan kepada kita untuk hidup di dalam kehendakNya. Dengan hidup sederhana kita belajar memikirkan kepentingan Kerajaan Allah daripada kepentingan diri kita sendiri. Pola hidup sederhana merupakan perwujudan dari sifat penguasaan diri yang kuat di mana kita menang atas ketamakan dan kepentingan diri sendiri.
Kata-kata Bijak: Kemewahan membuat manusia lupa Tuhannya, Kesederhanaan membuatnya lupa pada kesenangan dunia.
(Manna Sorgawi, Desember 2008)